Dialog Intern Umat Buddha Pangkalpinang, Sarana Refleksi Merespon Dinamika dan Tantangan Masa Kini

oleh -139 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITAFAKTA.COM – Sebanyak 75 orang peserta perwakilan organisasi keagamaan Buddha se-kota Pangkalpinang mengikuti kegiatan dialog intern yang digelar Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang melalui Penyelenggara Bimbingan Masyarakat Buddha di Vihara Satya Dharma, Tanjung Bunga pada Kamis (26/06).

 

banner 336x280

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Pangkalpinang, H. Firmantasi, S.Ag., M.H., didampingi Penyelenggara Buddha, Misno, S.Ag., tersebut turut dihadiri beberapa tokoh agama Buddha, antara lain; bhikkhu Pieter Tanuwijaya, bhikkhu Bunterio, suhu Xue Shang, samanera Atatamo dan samanera Erwin.

 

“Umat Buddha di Kota Pangkalpinang hidup dalam keberagaman budaya, tradisi, serta pengaruh kemajuan zaman yang sangat pesat. Dalam situasi ini, penting bagi umat untuk memperkuat identitas keagamaannya dengan tetap, menjaga tradisi luhur ajaran Buddha, sekaligus mampu merespons dinamika dan tantangan masa kini,” ungkap ketua panitia pelaksana, Andreas Yudho Astono dalam laporan yang disampaikannya.

 

Kegiatan Dialog Intern ini, lanjutnya, menjadi sarana refleksi dan komunikasi antarsesama umat Buddha dari berbagai latar belakang dan organisasi, guna mempererat solidaritas, memperkuat semangat kebersamaan, serta menyatukan pandangan dalam menghadapi isu-isu kekinian.

“Tema ‘Menjaga Tradisi, Merangkul Kemajuan’ dipilih untuk menegaskan bahwa warisan luhur agama dan budaya bukanlah penghalang kemajuan, tetapi justru fondasi untuk melangkah lebih bijak ke masa depan,” paparnya.

 

Pendek kata, imbuh Yudho, dengan semangat Menjaga Tradisi, Merangkul Kemajuan, umat Buddha di Kota Pangkalpinang diharapkan dapat menjadi teladan dalam menciptakan kehidupan beragama yang harmonis, relevan, dan berdaya transformasi bagi masyarakat luas.

 

Sementara itu, Kepala Kemenag Pangkalpinang, H. Firmantasi dalam sambutannya mengapresiasi tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut, karena menurutnya selaras dengan program yang dicanangkan Kementerian Agama yang tertuang dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2024 tentang Program Prioritas Kementerian Agama Tahun 2025-2029, yang salah satu poin utamanya adalah meningkatkan merukunan dan cinta kemanusiaan.

 

“Tidak akan terwujud asta cita yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan cita-cita menuju Indonesia emas tahun 2045 apabila kita tidak menjaga kerukunan, baik intern maupun antar umat beragama,” tegas Firmantasi.

 

Kerukunan umat beragama, lanjutnya menjadi fondasi utama bagi pembangunan suatu daerah maupun bangsa. Ketika masyarakat hidup rukun dan damai, ini menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan ekonomi, sosial, dan budaya. Sebaliknya, konflik antar umat beragama dapat menghambat pembangunan dan menciptakan ketidakstabilan.

Selain itu, imbuhnya, merawat budaya dan tradisi yang mencerminkan nilai-nilai luhur karakter bangsa dengan ciri khasnya yang menjunjung tinggi semangat kerukunan dan persatuan pun menjadi sesuatu yang tak kalah pentingnya.

 

“Dengan hal itu, akan tumbuh gairah dan semangat untuk terus optimis, sehingga dapat menata kehidupan menjadi lebih baik untuk kedepannya,” kata Firmantasi.

 

Terakhir beliau pun berharap agar dengan dialog intern ini, umat Buddha kota Pangkalpinang dapat menemukan solusi, menghadirkan pencerahan dan semangat positif yang dapat diaplikasikan demi kemajuan kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. (GV04)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.