PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Di balik jeruji besi Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, deru suara mesin dan hiruk-pikuk dunia luar sejenak berganti dengan keheningan yang khusyuk. Kamis (29/10), suasana ruang bimbingan rohani mendadak haru ketika seorang penyuluh agama dengan sabar membimbing tangan para warga binaan meluruskan shaf dan menyempurnakan rukun salat.
Adalah Awal Susilo, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, yang hadir membawa secercah harapan baru. Kehadirannya bukan sekadar memberikan ceramah biasa, melainkan turun langsung membimbing para warga binaan memperbaiki kualitas ibadah melalui praktik salat yang benar.
Kegiatan pembinaan rohani ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Kemenag Kota Pangkalpinang dalam merangkul seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali mereka yang sedang menjalani masa pidana.
Dalam sesi tersebut, Awal Susilo tampak telaten memberikan materi secara bertahap—mulai dari tata cara berwudhu, gerakan salat yang sesuai sunnah, hingga bacaan-bacaan wajib di dalam salat. Tidak jarang, ia menghampiri satu per satu warga binaan untuk membetulkan posisi takbir hingga sujud agar sesuai dengan tuntunan syariat.
“Pintu taubat dan rahmat Allah SWT selalu terbuka bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh ingin memperbaiki diri. Masa lalu adalah sejarah, hari esok adalah lembaran baru, dan salat adalah tiang utama yang akan menata kembali hidup mereka,” ujar Awal Susilo di sela-sela kegiatan.
Antusiasme tinggi tampak jelas dari pancaran wajah para warga binaan. Sejumlah peserta terlihat khusyuk menyimak setiap arahan, bahkan tak sedikit yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertanya langsung seputar keraguan ibadah yang selama ini mereka alami.
Melalui program pembinaan keagamaan ini, pihak Lapas Kelas IIA Pangkalpinang bersama Kemenag Kota Pangkalpinang berharap para warga binaan tidak hanya mendapatkan pembinaan secara mental dan spiritual, tetapi juga memiliki bekal keimanan yang kokoh. Bekal inilah yang nantinya diharapkan mampu menuntun mereka menjadi pribadi yang lebih baik, produktif, dan siap kembali diterima di tengah masyarakat setelah masa hukuman mereka selesai. (Imelda)











