PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Kecerdasan akademik dan keahlian menguasai teknologi modern tidak akan pernah cukup untuk membentengi generasi muda tanpa balutan moralitas yang kokoh. Berangkat dari kesadaran mendalam tersebut, SMPN 9 Kota Pangkalpinang menggelar kegiatan siraman rohani dan pembinaan karakter yang menghadirkan Penghulu KUA Kecamatan Pangkalbalam, Ustaz Zikri Khatami, pada Jumat (16/10).
Mengangkat tema krusial “Pentingnya Akhlak dalam Kehidupan Sehari-hari,” mimbar pencerahan ini menyedot perhatian penuh seluruh siswa dan siswi serta jajaran tenaga pendidik. Dalam tatanan dunia yang kian kompleks, penceramah secara lugas menggarisbawahi bahwa tolok ukur kesuksesan sejati seorang muslim tidak semata-mata dihitung dari deretan nilai sempurna di lembar rapor, melainkan dari keagungan sikap, kelembutan tutur kata, serta kadar penghormatan terhadap orang tua, guru, dan sesama.
Dalam ceramah yang berlangsung interaktif dan sarat makna, Ustaz Zikri Khatami mengajak para peserta didik untuk menginternalisasi serta mempraktikkan perilaku terpuji (akhlakul karimah) sebagai fondasi utama dalam kehidupan sehari-hari. Berkata jujur, merawat sopan santun, menyayangi teman, serta takzim kepada pendidik menjadi penekanan utama yang disuarakan di hadapan para siswa.
Tak kalah penting, beliau secara khusus menyoroti dinamika dunia digital yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja. Kemajuan teknologi informasi, tegasnya, bagaikan pisau bermata dua yang harus diimbangi dengan benteng akhlak yang kokoh agar tidak menggerus moralitas bangsa.
“Kemajuan teknologi tanpa diimbangi dengan akhlak yang baik akan sangat mudah menjerumuskan anak-anak kita ke dalam lubang perilaku negatif. Kita tidak boleh membiarkan fenomena perundungan (bullying), budaya berkata kasar, maupun kebiasaan menyebarkan berita bohong (hoaks) merusak masa depan dan karakter generasi muda,” ungkap Ustaz Zikri dalam pencerahannya.
Kegiatan keagamaan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan sebuah investasi jangka panjang dalam membentuk ekosistem pendidikan yang holistik. Pihak sekolah bersama KUA Pangkalbalam berharap melalui pembinaan spiritual yang berkesinambungan ini, para siswa SMPN 9 Pangkalpinang mampu tumbuh menjadi pribadi yang seimbang: unggul secara intelektual, tangguh secara mental, dan berakar kuat pada nilai-nilai keimanan.
Dengan tertanamnya nilai-nilai mulia ini, para siswa diharapkan tidak hanya mampu bersinar dan berprestasi di dalam kelas, tetapi juga menjadi teladan yang bertanggung jawab, santun, serta membawa kesejukan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat luas. (Imelda)









