Cegah Kekerasan dan Radikalisme Anak, Densus 88 Babel Inisiasi Kolaborasi Lintas Agama

oleh -241 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM— Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 Anti Teror Polri terus memperkuat upaya pencegahan paham intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme melalui pendekatan edukatif dan humanis kepada generasi muda.

 

banner 336x280

Kali ini, Satgaswil Kep. Babel Densus 88 AT Polri bertindak sebagai inisiator sekaligus event organizer (EO) dalam kegiatan Sosialisasi Kebangsaan (Sosbang) Pencegahan Paham IRET kepada 40 anak binaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Kota Pangkalpinang, dengan mengusung tema “Mencegah Radikalisasi dan Kekerasan Anak.”

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Pemuda Lintas Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pemuda Muhammadiyah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun ketahanan generasi muda terhadap berbagai bentuk paham dan tindakan yang dapat mengarah pada intoleransi, radikalisme, ekstremisme, maupun kekerasan.

 

Melalui pendekatan dialogis dan edukatif, para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga persatuan, menghormati perbedaan, mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, serta membangun lingkungan yang aman dan positif bagi tumbuh kembang anak.

 

Ketua Pemuda Lintas Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Zamzami, mengatakan bahwa pencegahan radikalisasi harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, khususnya generasi muda.

 

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus kita jaga bersama. Pencegahan radikalisasi tidak cukup hanya dilakukan dengan pendekatan keamanan, tetapi juga melalui pendidikan, keteladanan, dialog lintas agama, serta penanaman nilai toleransi dan kebangsaan sejak dini,” ujar Zamzami.

 

Menurutnya, keberagaman yang ada di Bangka Belitung merupakan kekuatan yang harus terus dirawat. Karena itu, kolaborasi lintas agama dan organisasi kepemudaan menjadi langkah penting untuk menciptakan ruang tumbuh yang sehat bagi anak-anak.

 

Sementara itu, IPDA Hariyadi, selaku Katim Pencegahan Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 AT Polri, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pendekatan pencegahan yang mengedepankan edukasi dan kepedulian terhadap generasi muda.

 

“Kami ingin memberikan pemahaman kepada anak-anak bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk saling bermusuhan. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun persatuan. Pencegahan sejak dini sangat penting agar anak-anak memiliki daya tangkal terhadap berbagai pengaruh negatif, termasuk paham radikal dan tindakan kekerasan,” kata IPDA Hariyadi.

 

Ia menambahkan, sinergi dengan Pemuda Lintas Agama dan Pemuda Muhammadiyah menunjukkan bahwa upaya pencegahan merupakan tanggung jawab bersama.

 

“Densus 88 tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan tokoh agama, organisasi kepemudaan, lembaga sosial, pendidik, keluarga, dan seluruh komponen masyarakat. Dengan kebersamaan ini, kita berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang toleran, cinta damai, memiliki wawasan kebangsaan, dan menolak segala bentuk kekerasan,” lanjutnya.

 

Kegiatan Sosbang tersebut juga diharapkan dapat memberikan ruang bagi anak-anak binaan LKSA untuk memperoleh pengetahuan, berdialog, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

 

Kolaborasi antara aparat, pemuda lintas agama, organisasi kepemudaan, dan lembaga kesejahteraan sosial anak menjadi momentum penting dalam memperkuat “imunitas sosial” generasi muda dari pengaruh paham intoleran dan kekerasan. (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.