PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Nuansa khidmat peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Rabu (28/01), terasa kian istimewa dengan kehadiran sosok kecil inspiratif. Di antara deretan tamu undangan, terselip Abdullah Abyan, bocah berusia 10 tahun yang menjadi buah bibir berkat capaian prestasinya yang gemilang di bidang syiar Islam.
Siswa kelas 3 MI Al Ihsan ini hadir didampingi sang ibunda, yang akrab disapa Ummi, untuk menerima santunan sekaligus penghargaan khusus. Apresiasi ini diberikan menyusul keberhasilan Abyan menyabet gelar Juara 1 Cabang Lomba Tahfiz Juz 30 pada perhelatan Pekan Olahraga dan Seni Diniyah (Porsadin) tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang digelar beberapa waktu lalu.
Di balik sorot matanya yang polos, Abyan menyimpan kedisiplinan luar biasa dalam menjaga kalam Ilahi. Ummi Abyan mengungkapkan bahwa kunci utama kesuksesan putranya bukanlah pada bakat semata, melainkan pada konsistensi murojaah (mengulang hafalan) yang dilakukan tanpa putus.
“Keberhasilan Abyan adalah buah dari ketekunannya. Kami menerapkan jadwal ketat; ia wajib melakukan murojaah sesaat sebelum memejamkan mata di malam hari. Kemudian, setelah bangun tidur, ia langsung menyetorkan hafalannya kembali untuk memastikan setiap ayat tertanam kuat dalam ingatan,” ujar Ummi Abyan saat ditemui di sela-sela acara.
Tak hanya piawai dalam menghafal Al-Qur’an, profil Abyan menggambarkan sosok anak yang multitalenta. Di usianya yang masih belia, ia telah menorehkan jejak prestasi di berbagai bidang, mulai dari Seni Tilawah, Azan, Seni Kaligrafi Islam, dan Da’i Cilik.
Namanya bahkan sempat menghiasi panggung nasional saat ia bertolak ke Kendari untuk mengikuti Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH). Kala itu, bocah yang memiliki hobi membaca ini mencatatkan sejarah sebagai peserta termuda se-Indonesia, sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk bersaing di level tertinggi.
Prestasi non-akademik yang beriringan dengan kecerdasan di kelas membuat pihak sekolah menaruh rasa bangga yang mendalam. Kepala MI Al Ihsan, Maryana, menyatakan bahwa sosok Abyan adalah representasi dari profil siswa ideal yang memadukan kecerdasan intelektual dan spiritual.
“Kami sangat bangga memiliki murid seperti Abyan. Di sekolah, ia dikenal sebagai murid yang sangat pandai dan cepat menyerap pelajaran. Prestasi yang ia raih di luar sekolah, mulai dari tingkat provinsi hingga nasional, merupakan inspirasi bagi siswa-siswi lainnya di MI Al Ihsan,” tutur Maryana.
Kehadiran Abyan dalam seremoni Isra’ Mi’raj di Kantor Kemenag Pangkalpinang ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi generasi muda di Kota Beribu Senyuman agar terus mencintai Al-Qur’an dan berani mengukir prestasi di berbagai bidang positif. (Imelda)












