PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Tren ruang komunal yang multifungsi kian diminati masyarakat, terutama tempat yang mampu memadukan kenyamanan bersantai dengan kesiapan memfasilitasi agenda formal skala besar. Salah satu yang sukses mencuri perhatian adalah D’ Coffee & Cafe Bacang, sebuah kafe berkonsep unik di kawasan Bacang yang belakangan kerap menjadi langganan lokasi rapat penting berbagai instansi dan organisasi lokal.
Pemilik D’coffee & Cafe Bacang, Dini Purnamasari, mengungkapkan bahwa daya tarik utama kafenya terletak pada keberanian menyajikan menu yang kaya akan cita rasa rempah serta variasi camilan yang sangat beragam. Konsep ini sengaja dihadirkan untuk menjawab kebutuhan konsumen modern yang dinamis.
“Keunggulan kita lebih menonjolkan menu berbasis rempah dan aneka camilan. Karakter konsumen sekarang kan inginnya bersantai di satu tempat, tetapi semua pilihan menu yang beragam sudah langsung tersedia (ready). Jadi, kita memadukan suasana hangat warung kopi konvensional dengan kenyamanan kafe modern,” ujar Dini saat diwawancarai di kafenya.
Ketangguhan The Coffee Bacang dalam memfasilitasi pertemuan berskala besar—seperti rapat koordinasi dan evaluasi organisasi—bukan tanpa strategi. Untuk menjaga kualitas pelayanan dan kenyamanan, pihak manajemen menerapkan sistem reservasi dan konfirmasi yang ketat.
Dini menegaskan bahwa koordinasi satu hari sebelum hari-H merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh penyelenggara acara. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh kebutuhan logistik dan konsumsi terakomodasi dengan mantap tanpa mengorbankan kenyamanan pengunjung reguler lainnya.
“Kalau untuk agenda rapat besar, wajib ada konfirmasi minimal satu hari sebelum hari-H. Ini penting agar tim kami tidak kelabakan di lapangan dan memastikan semua pelayanan tercover dengan baik, mengingat ada konsumen reguler lain yang juga harus kami layani,” jelasnya.
Selain faktor menu dan kesiapan tempat, D’ Coffee & Cafe Bacang juga dikenal sangat adaptif dalam urusan anggaran. Pihak kafe menawarkan skema harga yang kompetitif dan disesuaikan secara transparan dengan jenis menu yang dipilih konsumen.
Bahkan untuk menu khusus seperti hidangan laut (ikan), harga yang dipatok akan disesuaikan dengan jenis, ukuran, serta metode pengolahan yang diminta oleh pelanggan. Menariknya, Dini membuka ruang diskusi bagi komunitas atau instansi yang datang dalam jumlah banyak.
“Harga tentu sangat menyesuaikan menu dan bentuk request dari konsumen. Istimewanya, untuk pesanan dalam jumlah banyak atau rombongan ramai-ramai, harganya masih sangat bisa dinegosiasikan. Kami selalu memberikan fleksibilitas lebih untuk itu,” pungkas Dini.
Dengan perpaduan menu lokal yang kuat, manajemen ruang yang profesional, serta kebijakan harga yang ramah kelompok, tidak heran jika kafe di sudut Bacang ini kian mapan memosisikan diri sebagai one-stop solution bagi peminat kuliner sekaligus pelaku organisasi di Pangkalpinang. (Imelda)









