PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Guna memperkuat sistem pengawasan dan pembinaan madrasah berbasis digital yang terintegrasi, Pengawas Madrasah se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Sharing Session Penyusunan Aplikasi Laporan dan Data Praktik Baik SIPANDU. Kegiatan strategis ini berlangsung secara hybrid berpusat di Aula Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, Kamis (13/08).
Forum bertajuk inovasi tata kelola instansi ini diikuti oleh seluruh Pengawas Madrasah se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baik yang hadir langsung di lokasi maupun yang menyimak secara virtual.
Aplikasi SIPANDU (Sistem Integrasi Pembinaan Asistensi Nir-Jarak Digital untuk Madrasah) hadir sebagai terobosan nyata untuk mentransformasi alur pendokumentasian dan pelaporan pengawasan. Melalui platform ini, rekapitulasi evaluasi, pembinaan bertahap, hingga rekam jejak praktik baik (best practices) madrasah dapat diakses secara real-time, terstruktur, dan transparan.
Ketua Tim Tenaga Kependidikan (Katim Tendik) Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hengki, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas daerah ini. Menurutnya, digitalisasi pengawasan merupakan langkah krusial dalam merespons tantangan zaman.
“Aplikasi SIPANDU menjadi bukti komitmen kita bersama dalam menghadirkan pembinaan yang tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Integrasi data ini akan sangat membantu Kanwil dalam memetakan profil serta kebutuhan pengawasan madrasah secara akurat di seluruh Bangka Belitung,” ujar Hengki.
Hal senada disampaikan oleh Katim Kurikulum Kanwil Kemenag Babel, Hj. Neti. Ia menekankan pentingnya pendokumentasian praktik baik kurikulum agar dapat direplikasi oleh madrasah lain.
“Melalui SIPANDU, setiap inovasi pembelajaran dan praktik baik yang ditemukan oleh para pengawas di lapangan dapat terdokumentasi dengan rapi dan terukur. Ini akan menjadi bahan evaluasi berharga dalam penguatan kurikulum madrasah ke depan,” tutur Hj. Neti.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Advis, yang merupakan pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang. Ia menegaskan kesiapan seluruh jajaran pengawas untuk mengimplementasikan sistem baru ini di lapangan.
“Kehadiran SIPANDU adalah jawaban atas kebutuhan efisiensi kerja pengawas madrasah saat ini. Kami di Pokjawas Babel siap mengawal dan mengoptimalkan penggunaan aplikasi ini agar seluruh pengawas dapat menyampaikan laporan pembinaan serta praktik baik secara seragam, cepat, dan akuntabel,” tegas Advis.
Sementara itu, Narasumber kegiatan, Robinson, memandu langsung teknis penyusunan serta alur kerja sistem SIPANDU kepada para peserta. Ia menjelaskan bagaimana aplikasi ini dirancang seramah mungkin bagi pengguna (user-friendly) tanpa mengurangi presisi data yang dibutuhkan.
“SIPANDU dirancang untuk memangkas alur birokrasi pelaporan manual. Fokus utamanya adalah mempermudah pengawas dalam menginput data asistensi serta menampilkan rekam jejak pembinaan secara komprehensif,” terang Robinson saat memaparkan materi.
Diskusi interaktif pun mewarnai jalannya acara, di mana para pengawas yang hadir secara daring maupun luring aktif memberikan masukan teknis guna penyempurnaan fitur aplikasi. Melalui sinergi ini, kualitas tata kelola dan standar pengawasan madrasah di Bangka Belitung diharapkan semakin mantap dan berdaya saing. (Imelda)











