PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Suasana pagi di halaman Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang tampak berbeda pada Senin (22/09). Seluruh pegawai, dari staf hingga pejabat, beserta para mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari IAIN SAS Babel, berbaris rapi mengikuti apel pagi rutin.
Apel kali ini dipimpin oleh Pengawas Madrasah, Drs. Samsul Bahri, M.Pd., yang dalam amanatnya menekankan pentingnya disiplin dan tanggung jawab.
Dalam amanatnya, Samsul Bahri menyoroti tiga manfaat utama dari apel pagi. “Apel pagi ini bukan sekadar rutinitas. Ada tiga manfaat besar yang bisa kita ambil,” ujarnya.
Manfaat pertama adalah untuk melatih disiplin diri, yang menurutnya merupakan kunci utama dalam setiap pekerjaan. Kedua, apel pagi melatih rasa tanggung jawab dan ketiga, apel pagi dapat membentuk pribadi yang jujur dalam menjalankan tugas.
Lebih lanjut, Samsul Bahri juga memberikan informasi terkini seputar dunia pendidikan madrasah, khususnya yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi pengawas. Ia menjelaskan bahwa pada 19 hingga 23 Agustus lalu, telah sukses dilaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tingkat Madrasah Tsanawiyah.
Asesmen ini bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam mata pelajaran matematika, sains, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. “Hasil ANBK ini penting sebagai acuan bagi siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” jelasnya.
Selain ANBK, ia juga menginformasikan tentang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) yang pelaksanaannya tahun ini berbeda dari sebelumnya. OMI kali ini melibatkan siswa dari sekolah umum, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK, menunjukkan inklusivitas madrasah dalam dunia pendidikan.
Di akhir amanatnya, Samsul Bahri juga menyinggung tentang proses akreditasi yang sedang berlangsung. Saat ini, Badan Akreditasi Nasional – Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sedang melakukan akreditasi terhadap 25 sekolah/madrasah.
Mayoritas sekolah yang diakreditasi adalah swasta, dengan hanya empat sekolah negeri yang termasuk dalam daftar. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya berada di Kota Pangkalpinang.
Dalam konteks ini, ia menekankan peran strategis pengawas madrasah. “Peran pengawas sangat dominan dalam membimbing, membina, dan mendampingi sekolah/madrasah, mulai dari persiapan hingga visitasi,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa peran ini vital untuk menjamin mutu pendidikan di madrasah, memastikan setiap lembaga pendidikan memenuhi standar yang ditetapkan. (GV004)











