Ancaman Nyata Sedimentasi: Komunitas Sungai Ujung Pangkal Desak Pemkot Pangkalpinang Selamatkan Sungai Tuatunu

oleh -2 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Komunitas Sungai Ujung Pangkal mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang untuk segera mengambil langkah intervensi guna menyelamatkan Sungai Tuatunu atau yang dikenal juga sebagai Sungai Lubuk Bakung. Aliran air yang menjadi batas alam antara Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka ini dinilai berada di ambang kepunahan akibat sedimentasi parah dan alih fungsi lahan yang masif.

 

banner 336x280

Ketua Komunitas Sungai Ujung Pangkal, M. Randy, menyatakan bahwa sungai tersebut membutuhkan perhatian dan intervensi khusus agar tidak bernasib sama dengan daerah aliran sungai (DAS) lainnya di wilayah perkotaan.

 

“Jangan sampai kegiatan sungai ini hilang karena ada ego pembangunan yang semakin hari semakin menghilangkan hutan dan aliran sungai di Kota Pangkalpinang,” ujar Randy kepada awak media, Sabtu (7/11/2026).

 

Randy mengingatkan kembali pernyataan Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, yang sebelumnya menyebutkan bahwa Sungai Rangkui kini sulit diselamatkan akibat maraknya bangunan liar di bantaran sungai. Kondisi serupa dikhawatirkan akan menimpa Sungai Tuatunu jika pemerintah tidak segera bertindak proaktif.

 

 

Sebagai salah satu dari sedikit sungai di wilayah tersebut yang masih bersih dan terhindar dari aktivitas pertambangan ilegal, Sungai Tuatunu memiliki nilai ekologis yang tinggi. Berdasarkan pantauan di lapangan, ekosistem air dan biota alam di sungai ini masih terjaga, menjadikannya lokasi favorit bagi para pemancing lokal setiap harinya.

 

Namun, kondisi fisik sungai saat ini mengalami degradasi signifikan akibat sedimentasi tanah yang masif, membuat sebagian badan sungai menyempit dan menyerupai daratan. Komunitas mencatat adanya aktivitas masyarakat yang mengubah bentang alam (landscape) sungai secara sembarangan, mulai dari penutupan aliran air hingga penimbunan untuk kepentingan pribadi.

 

 

Di sisi lain, Sekretaris Komunitas Sungai Ujung Pangkal sekaligus tokoh pemuda Tuatunu, Zamhari, menekankan pentingnya pelestarian sungai ini seiring dengan status Kelurahan Tuatunu Indah yang kini ditetapkan sebagai pilot project kawasan ekowisata dan laboratorium pangan.

 

Saat ini, Kelurahan Tuatunu Indah bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tuatunu tengah menjalankan program penanaman padi di area seluas kurang lebih 4 hektar. Zamhari berharap pemulihan aliran Sungai Tuatunu dapat memberikan efek ganda (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat pesisir sungai dan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.

 

“Untuk apa kita merubah atau mengabaikan potensi yang ada, sementara kawasan pesisir lain seperti Kacang Pedang telah berhasil menumbuhkan ekonomi kreatif secara mandiri? Padahal, dulunya Sungai Tuatunu adalah sungai yang sangat produktif dan besar,” ungkap Zamhari.

 

Melalui publikasi ini, Komunitas Sungai Ujung Pangkal berharap Pemkot Pangkalpinang segera merumuskan program pengerukan berkala, penegakan aturan tata ruang bantaran sungai, serta perlindungan hukum yang tegas. Langkah ini dinilai mendesak agar fungsi ekologis dan hidrologis Sungai Tuatunu dapat dipertahankan bagi generasi mendatang di Kota Pangkalpinang. (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.