PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital di lingkungan birokrasi. Hal ini tercermin dari hasil rekapitulasi penggunaan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) yang menunjukkan tren positif sepanjang tahun anggaran 2025.
Arsiparis Ahli Pertama Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang sekaligus Admin Srikandi, Dewi Lusiawati, secara resmi merilis data statistik penggunaan aplikasi tersebut guna mengevaluasi efektivitas tata kelola administrasi berbasis elektronik di instansinya.
Berdasarkan data yang dihimpun per akhir tahun 2025, tercatat aktivitas persuratan digital yang cukup masif. Berikut adalah rincian capaian pemanfaatan Srikandi di lingkungan Kemenag Kota Pangkalpinang:
– Total Pengguna Aktif: 364 Pegawai
– Produksi Surat Keluar: 2.320 Naskah
– Registrasi Surat Masuk: 447 Naskah
“Angka ini mencerminkan bahwa ekosistem digital di Kemenag Pangkalpinang sudah berjalan. Dengan 364 pengguna aktif, hampir seluruh lini jabatan telah terintegrasi ke dalam sistem, yang memungkinkan proses penandatanganan elektronik dan distribusi surat menjadi jauh lebih cepat dan efisien,” ujar Dewi saat ditemui di meja kerjanya Kamis (15/01/2026).
Meskipun angka menunjukkan aktivitas yang tinggi, Dewi Lusiawati menekankan bahwa digitalisasi bukan sekadar memindahkan kertas ke layar monitor, melainkan tentang mengubah budaya kerja menjadi lebih akuntabel dan transparan. Penggunaan Srikandi memastikan setiap naskah dinas terekam dengan aman dalam basis data nasional, meminimalisir risiko kehilangan dokumen, serta mendukung kebijakan paperless yang ramah lingkungan.
Ia juga menambahkan bahwa efisiensi birokrasi sangat bergantung pada seberapa disiplin para pegawai dalam mengoperasikan sistem ini.
“Tantangan kita ke depan adalah konsistensi. Kita ingin memastikan tidak ada lagi surat yang tertahan di meja secara fisik, karena semua bisa diselesaikan melalui gawai masing-masing secara real-time,” imbuhnya.
Menutup laporannya, Dewi mengimbau kepada seluruh pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, mulai dari unsur pimpinan hingga staf pelaksana, untuk lebih meningkatkan intensitas penggunaan Srikandi pada tahun berjalan.
“Kami mengimbau seluruh pegawai untuk lebih meningkatkan lagi digitalisasi persuratannya. Jangan ada lagi keraguan dalam menggunakan sistem. Jika ada kendala teknis, tim admin siap melakukan pendampingan. Mari kita jadikan tahun 2026 ini sebagai momentum untuk mencapai integrasi digital 100 persen,” tegas Dewi.
Langkah ini sejalan dengan mandat Menteri Agama terkait transformasi digital sebagai salah satu program prioritas, guna memberikan pelayanan publik yang lebih cepat, tepat, dan profesional di bawah naungan Kementerian Agama. (Imelda)












