Dinamika Musprov III SMSI Babel: Riak Demokrasi Menolak Aklamasi, 21 Suara Siap Berpesta Aturan

oleh -952 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Suhu politik di tubuh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendadak membara. Menjelang perhelatan Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-III, atmosfer kompetisi tidak lagi mendingin, melainkan kian bergelora.

 

banner 336x280

Isu aklamasi yang sempat berembus pelan kini mentah di tengah jalan. Sebanyak 21 pemilik suara sah secara lantang menabuh genderang perlawanan terhadap opsi panggung tunggal (aklamasi). Mereka sepakat meminta agar nakhoda baru SMSI Babel masa bakti 2026–2031 dilahirkan dari rahim aturan yang berlaku, setia pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

 

Tabir perbedaan pandangan ini mulai tersingkap lebar dalam rapat pemantapan terakhir yang digelar di sebuah tempat pertemuan malam, Jumat (5/6/2026). Rapat yang sejatinya mematangkan persiapan teknis, justru menjadi panggung prahara ide pemikiran saat membahas draf tata tertib (tatib) dan mekanisme pemilihan.

 

Gerbong 21 pemilik suara sah tersebut bukanlah suara sunyi. Mereka adalah gabungan kekuatan dari para pemilik media yang bernaung di bawah bendera SMSI, tiga figur Dewan Penasihat, serta keterwakilan DPC-DPC SMSI se-Bangka Belitung.

 

Ketua Pelaksana Musprov III SMSI Babel, Herman Saleh, tidak menampik adanya peta ombak yang kian dinamis ini. Menurutnya, kontestasi kali ini dipastikan jauh dari kata monoton.

 

“Dari peta informasi yang kami himpun, kursi ketua belum bisa dipastikan akan diduduki lewat jalur karpet merah atau aklamasi. Ada arus kuat dari para pemilik suara sah yang menghendaki agar seluruh prosesi ini tunduk dan patuh pada rel AD/ART yang berlaku di SMSI,” ujar Herman Saleh di sela-sela rapat.

 

Meski internal organisasi tengah dihantam ombak dinamika, Herman Saleh memastikan bahwa kapal panitia tetap berlayar kokoh. Secara teknis, kesiapan Musprov III telah menyentuh angka 90 persen.

 

Untuk menjaga keabsahan dan marwah forum tertinggi ini, Sekretaris Jenderal (Sekjen) SMSI Pusat dijadwalkan akan menginjakkan kaki di Kota Pangkalpinang pada Sabtu sore. Kehadiran petinggi pusat ini merupakan syarat mutlak sekaligus saksi kunci jalannya peralihan estafet kepemimpinan.

 

Sesuai dengan rancangan tatib yang telah disusun rapi, nakhoda persidangan atau pimpinan sidang baru akan dipilih secara demokratis setelah pintu Musprov resmi diketuk dan dibuka.

 

Herman Saleh memandang gejolak yang terjadi saat ini sebagai sebuah tarian demokrasi yang sehat, bukan sebuah perpecahan. Ia berharap, sekencang apa pun angin perbedaan bertiup di arena Musprov pada tanggal 7 Juni nanti, forum tetap berjalan di atas koridor yang aman, sejuk, dan lancar.

Seluruh dinamika, usulan, dan aspirasi dari para pemilik media daring ini nantinya akan dikembalikan kepada mahkamah tertinggi, yaitu hasil keputusan rapat para pemilik suara sah.

 

Ia pun menitipkan pesan mendalam sekaligus lampu rambu bagi seluruh pemilik media dan pengurus yang memiliki hak konstitusi agar hadir memenuhi undangan resmi yang telah dilayangkan.

 

“Kami mengetuk pintu hati para pemilik suara agar melahirkan pemimpin yang benar-benar memiliki kompas visi-misi yang jelas, bukan sekadar pemburu takhta atau jabatan. Kita butuh sosok yang paham anatomi media siber, mampu membawa SMSI Babel melompat lebih modern, kompeten, layak dipercaya, serta tegak lurus pada garis netralitas dan independensi jurnalistik,” tegas Herman.

 

Sebagai organisasi konstituen Dewan Pers, SMSI Babel memikul mandat berat di pundaknya. Musprov III ini menjadi pertaruhan besar bagi para pemilik media di Bumi Serumpun Sebalai untuk membuktikan bahwa SMSI adalah organisasi yang memiliki harga diri, bermartabat, dan tetap menjadi singa independen dalam menyuarakan serta mengawal setiap jengkal persoalan di Bangka Belitung. (Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.