Gagas Pesantren Ramah Lingkungan, Kemenag Pangkalpinang Ikuti Sosialisasi ECO Pesantren

oleh -84 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Langkah strategis menuju transformasi pesantren ramah lingkungan resmi dimulai dari Kota Pangkalpinang. Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Abdul Khalim, bersama stafnya, Rike Candra, menghadiri Sosialisasi ECO Pesantren yang digagas oleh Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Aula Mas’ud Qolay, Kamis (15/10/2026).

 

banner 336x280

Keikutsertaan jajaran PD Pontren Kemenag Pangkalpinang ini menegaskan komitmen kuat dalam mendorong pesantren agar tidak hanya tangguh secara spiritual dan intelektual, tetapi juga menjadi pelopor kelestarian ekologi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

 

Program ECO Pesantren hadir sebagai terobosan terintegrasi yang memadukan doktrin ajaran Islam—seperti prinsip thaharah (kebersihan) dan amanah sebagai khalifah fil ardh (pemimpin di bumi)—dengan aksi nyata pelestarian alam. Melalui konsep ini, lembaga pendidikan keagamaan didorong untuk mengadopsi standar lingkungan berkelanjutan melalui empat pilar utama: pengelolaan sampah berbasis pemilahan dan daur ulang, efisiensi konsumsi air dan energi, penghijauan kawasan pondok, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi seluruh santri.

 

Abdul Khalim menegaskan bahwa momentum sosialisasi ini menjadi pijakan penting untuk mentransformasi wajah pesantren di Kota Pangkalpinang secara menyeluruh dan berkelanjutan.

 

“Pesantren memiliki potensi sosial yang sangat besar. Mengintegrasikan wawasan lingkungan ke dalam kurikulum dan budaya harian pondok akan membentuk karakter santri yang peduli pada masa depan bumi. Kita ingin pesantren di Pangkalpinang menjadi percontohan lingkungan pendidikan yang asri, mandiri secara energi, dan bebas dari masalah sampah,” tegasnya usai mengikuti jalannya kegiatan.

 

Sinergi antara Kemenag Pangkalpinang, Kanwil Kemenag Babel, dan para pengasuh pondok pesantren ini diharapkan mampu melahirkan gerakan kolektif yang berdampak luas. Dengan diterapkannya prinsip ECO Pesantren, lembaga pendidikan Islam tradisional di wilayah ini optimis mampu menjawab tantangan perubahan iklim global, sekaligus mencetak generasi santri modern yang berakhlak mulia dan berwawasan ekologis demi terwujudnya ekosistem pendidikan yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.