PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Sambutan hangat dan apresiasi mendalam mengalir dari para tokoh agama atas aksi gotong royong lintas iman yang diinisiasi Satuan Tugas (Satgas) Gerakan Pangkalpinang Asri Bebas dari Sampah bersama Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Jumat (25/09). Aksi kebersihan yang menyasar tempat-tempat ibadah lintas agama tersebut dinilai menjadi bukti nyata hadirnya negara di tengah umat.
Salah satu apresiasi datang dari tokoh umat Kristiani Gereja Baptis Indonesia Kalvari Pangkalpinang, Pendeta Yeremia Olevianus Adang Anie. Ia menyambut positif gerakan bersih-bersih ini dan memandangnya sebagai wujud konkret kemitraan serta perhatian pemerintah terhadap organisasi keagamaan dan sarana ibadah di daerah.
“Ini adalah bentuk keterwakilan pemerintah yang hadir bersama organisasi keagamaan, memberikan perhatian nyata bagi umat beragama, khususnya terhadap keberadaan rumah-rumah ibadah,” ungkap Pendeta Yeremia di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, Pendeta Yeremia menekankan bahwa toleransi sejatinya bukanlah sekadar jargon atau formalitas di atas kertas, melainkan fondasi moral yang bermula dari kedalaman sikap hati setiap individu.
“Toleransi itu pada dasarnya adalah sikap hati yang harus dimiliki oleh seluruh manusia. Dari sikap hati inilah terwujud rasa aman dan nyaman, yang menjadi penopang utama agar kedamaian di sebuah negara dapat terus terjaga,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahaya dari egoisme dan kehendak untuk menang sendiri yang dapat merusak tatanan kebangsaan. Menurutnya, kerukunan dan keasrian lingkungan yang dinikmati hari ini merupakan anugerah dan titipan Tuhan yang wajib dijaga bersama secara sungguh-sungguh.
“Jika tidak ada toleransi dan semua orang hanya mau menang sendiri, maka kerukunan akan runtuh. Menjaga apa yang telah dianugerahkan Tuhan — baik lingkungan maupun persaudaraan — adalah sikap hati yang menjadi tanggung jawab kita bersama, dan dorongan untuk menjaga ini sendiri adalah anugerah dari Tuhan,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut semakin menegaskan kedalaman makna di balik Gerakan Bersih-bersih Rumah Ibadah. Selain menjaga kebersihan fisik sarana ibadah dalam menyambut Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang, aksi ini sukses merawat pondasi toleransi spiritual yang mengokohkan Pangkalpinang sebagai salah satu kota paling rukun di Indonesia. (Imelda)









