Sambut Ramadan dengan Hati Bersih, Penyuluh Agama Kemenag Pangkalpinang Tekankan Pentingnya Saling Memaafkan

oleh -85 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Suasana khidmat menyelimuti kediaman Ibu Noripah, salah satu jamaah Majelis Taklim Bahrul ’Ulum di Kelurahan Ampui, pada Jumat (13/02). Puluhan ibu-ibu tampak antusias mengikuti kajian Tarhib Ramadan yang menghadirkan narasumber Penyuluh Agama Islam fungsional dari Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Ustaz Awal Susilo.

 

banner 336x280

Kegiatan rutin yang dibalut dalam bingkai silaturahmi ini bertujuan untuk membekali para jamaah secara spiritual dalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari. Dalam tausiyahnya, Ustaz Awal Susilo menekankan bahwa kesiapan fisik dan finansial bukanlah satu-satunya modal utama dalam berpuasa, melainkan kesiapan batin yang jauh lebih krusial.

 

Ustaz Awal menjelaskan bahwa salah satu syarat agar ibadah di bulan Ramadan dapat diterima secara optimal dan memberikan bekas pada jiwa adalah dengan membebaskan diri dari belenggu dosa antar sesama manusia.

 

“Ramadan adalah tamu agung yang suci. Maka, sudah sepatutnya kita menyambutnya dengan hati yang suci pula. Bagaimana mungkin kita bisa khusyuk bersujud jika di dalam hati masih tersimpan bara dendam atau ganjalan terhadap sesama?” ujar Ustaz Awal di hadapan para jamaah.

 

Beliau memaparkan bahwa budaya saling memaafkan sebelum Ramadan bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan memiliki landasan teologis yang kuat. Menurutnya, memaafkan adalah bentuk pembebasan diri dari beban emosional yang dapat menghambat kualitas ibadah hablum minallah (hubungan dengan Allah).

 

Dalam kajian tersebut, Ustaz Awal merangkum tiga poin utama mengapa saling memaafkan menjadi urgensi sebelum memasuki bulan puasa:

1. Pembersihan Niat: Menghilangkan penyakit hati seperti hasad (iri), dengki, dan sombong agar amal ibadah dilakukan murni karena Allah.

2. Kelancaran Ibadah: Hati yang tenang tanpa konflik sosial akan membuat seseorang lebih fokus dalam melaksanakan salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan zikir.

3. Meraih Predikat Takwa: Memaafkan adalah ciri orang yang bertaqwa, sebagaimana tujuan akhir dari puasa itu sendiri (Lallakum tattaqun).

 

Ibu Noripah, selaku tuan rumah sekaligus anggota Majelis Taklim Bahrul ’Ulum, menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran Penyuluh Agama dari Kemenag Pangkalpinang. Menurutnya, bimbingan langsung dari penyuluh memberikan pencerahan yang sangat dibutuhkan masyarakat di tingkat kelurahan.

 

“Kehadiran Ustaz Awal memberikan semangat baru bagi kami. Kami diingatkan kembali bahwa puasa bukan hanya menahan lapar, tapi juga menahan ego dan memperbaiki hubungan dengan tetangga maupun keluarga,” ungkapnya.

 

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif mengenai fikih wanita di bulan Ramadan dan diakhiri dengan doa bersama serta tradisi bersalam-salaman antarjamaah sebagai simbolisasi saling memaafkan secara langsung. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.