PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) tengah melakukan finalisasi persiapan menjelang perhelatan akbar Munaqosah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Kegiatan yang menjadi tolok ukur standarisasi kemampuan santri ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu, 7-8 Februari 2026 mendatang.
Kepala Seksi PD Pontren Kemenag Kota Pangkalpinang, Abdul Khalim, saat ditemui di meja kerjanya pada Selasa (03/02), menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna memastikan kelancaran ujian tersebut. Didampingi stafnya, Muhammad Rasyidin, ia mengimbau bagi lembaga yang belum menyelesaikan administrasi agar segera bertindak cepat.
“Pendaftaran munaqosah akan resmi kami tutup besok, Rabu (04/02). Kami berharap seluruh unit TPQ yang telah menyiapkan santrinya dapat segera merampungkan input data agar proses pembagian sesi tidak terkendala,” ujar Abdul Khalim.
Berdasarkan data terkini per Selasa pagi, tercatat sebanyak 792 santri dari 66 TPQ di seluruh wilayah Kota Pangkalpinang telah terdaftar sebagai peserta. Muhammad Rasyidin menjelaskan bahwa para santri akan diuji secara komprehensif melalui lima materi fundamental, yaitu:
1. Tartil Al-Qur’an: Menilai kefasihan membaca sesuai kaidah tajwid.
2. Praktik Ibadah: Meliputi tata cara salat wajib dan penyelenggaraan jenazah.
3. Hafalan Surah Pendek: Penguasaan surah-surah dalam Juz Amma (Juz 30).
4. Doa Harian: Hafalan doa-doa praktis untuk kehidupan sehari-hari.
5. Ayat-Ayat Pilihan: Pemahaman dan hafalan pada beberapa ayat tematik Al-Qur’an.
Untuk menjaga kondusivitas dan kualitas penilaian, panitia membagi pelaksanaan ujian ke dalam tiga sesi waktu setiap harinya: Sesi I: 07.30 – 10.30 WIB, Sesi II: 10.30 – 12.30 WIB, dan Sesi III: 13.00 – 15.00 WIB.
Meski tergolong masif, Rasyidin mengakui adanya penurunan jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh kebijakan teknis yang tidak melibatkan Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKQ) dalam gelombang kali ini, serta ketatnya standarisasi faktor usia dan target hafalan.
“Tahun ini memang ada seleksi alamiah terkait kriteria usia dan kematangan hafalan. Namun, kami sudah merencanakan skema baru untuk tahun mendatang. Peserta TKQ nantinya akan dilibatkan kembali, atau kemungkinan besar akan dibuatkan ujian munaqosah tersendiri agar porsinya lebih proporsional bagi anak usia dini,” tambah Rasyidin.
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan seremoni pembukaan yang rencananya dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang pada Kamis (05/02). Agenda tersebut sekaligus menjadi momen krusial bagi para pendamping, karena akan dibarengi dengan pembagian kartu ujian peserta, penjelasan teknis (technical meeting) pelaksanaan ujian di lapangan, serta koordinasi akhir bersama jajaran penguji yang telah dibekali materi secara intensif sejak jauh hari.
Dengan persiapan yang matang, Kemenag Kota Pangkalpinang berharap Munaqosah tahun ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan menjadi momentum untuk melahirkan generasi qurani yang unggul secara kualitas bacaan maupun praktik ibadah. (Imelda)











