PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Peran strategis Penyuluh Agama Islam dalam memberikan bimbingan mental dan spiritual kembali ditunjukkan melalui sinergi lintas sektoral. Pada Sabtu (14/02), Suhendra, Penyuluh Agama Islam fungsional dari Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, hadir memberikan sentuhan ruhaniah bagi pegawai dan anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Pangkalpinang.
Kegiatan bertajuk Tarhib Ramadan dengan tema “Cahaya Ramadan, Cahaya Perubahan” ini menjadi panggung bagi Penyuluh Agama untuk menanamkan nilai-nilai optimisme di balik jeruji besi menjelang hadirnya bulan suci Ramadan 1447 H.
Dalam orasi ilmiah keagamaan yang disampaikannya, Suhendra tampil komunikatif merangkul audiens yang didominasi oleh anak-anak muda binaan. Ia menekankan bahwa status sebagai warga binaan bukanlah penghalang untuk meraih predikat takwa.
“Penyuluh hadir bukan untuk menghakimi masa lalu, melainkan untuk menggandeng tangan kalian menuju masa depan yang lebih bercahaya. Ramadan adalah momentum ‘reset’ atau memulai kembali dari titik nol,” tegas Suhendra.
Ia memaparkan bahwa esensi dari tema Cahaya Perubahan adalah bagaimana setiap individu mampu menjadikan ibadah puasa sebagai alat kendali diri (self-control). Menurutnya, tugas seorang Penyuluh Agama bukan sekadar mentransfer ilmu secara teoretis, tetapi memberikan motivasi agar perubahan perilaku (akhlak) nyata terjadi selama dan setelah Ramadan.
Kehadiran Suhendra di LPKA Kelas II Pangkalpinang ini menegaskan fungsi utama Penyuluh Agama Islam Kemenag dalam menjalankan misi humanis dan edukatif. Ada tiga poin kunci yang ditekankan Suhendra sebagai bekal bagi anak binaan:
– Penyucian Jiwa (Tazkiyatun Nafs): Mengajak anak binaan melepaskan beban psikologis masa lalu melalui jalur langit.
– Literasi Ibadah: Memastikan para binaan memahami tata cara ibadah yang benar agar Ramadan tidak sekadar ritual menahan lapar.
– Inspirasi Masa Depan: Meyakinkan bahwa setiap “Cahaya Ramadan” yang masuk ke sel akan membawa perubahan besar saat mereka kembali ke masyarakat nanti.
Pihak LPKA Kelas II Pangkalpinang mengapresiasi dedikasi Penyuluh Agama Kemenag Kota Pangkalpinang yang secara konsisten memberikan pendampingan. Sinergi ini dinilai krusial dalam mendukung keberhasilan program pembinaan kepribadian bagi anak negara.
“Kehadiran penyuluh seperti Pak Suhendra memberikan warna tersendiri. Bahasa yang ringan namun dalam mampu menyentuh sisi emosional anak-anak kami, sehingga mereka lebih siap secara mental menyambut bulan puasa,” ujar salah satu staf pembinaan LPKA.
Acara ditutup dengan sesi dialog interaktif di mana para anak binaan tampak antusias berkonsultasi mengenai problematika agama harian dengan sang penyuluh serta khusyuk berdoa meminta permohonan ampunan kepada Allah SWT. (Imelda)












