Menguak Rahasia Puasa: Penyuluh Agama Kemenag Pangkalpinang Ajak Warga Binaan LPP Kelas III Taklukan Nafsu

oleh -37 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Semangat spiritualitas menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Kota Pangkalpinang pada Jumat (13/02). Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Sakiyem, hadir memberikan siraman rohani kepada para warga binaan mengenai riwayat dan hakikat kewajiban ibadah puasa.

 

banner 336x280

Dalam tausiyahnya, ustazah yang akrab disapa Kiki ini menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan sebuah ibadah rahasia yang melatih kejujuran antara hamba dan Sang Pencipta.

 

Kiki menjelaskan bahwa berbeda dengan amal ibadah lainnya, puasa memiliki dimensi privasi yang tinggi karena tidak mengandung unsur popularitas; hanya Allah dan pelakunya yang mengetahui. Karena sifatnya yang tersembunyi ini, Allah menjanjikan pahala khusus yang disandarkan langsung pada Dzat-Nya.

 

“Puasa adalah sarana utama untuk menundukkan musuh Allah, yaitu setan yang masuk melalui pintu syahwat,” ujar Kiki di hadapan para warga binaan.

 

Beliau menambahkan bahwa syahwat diperkuat oleh konsumsi makan dan minum, sehingga dengan berpuasa, dominasi nafsu tersebut dapat ditekan. Dalam materinya, Kiki membedah klasifikasi puasa berdasarkan kualitas pelaksanaannya menjadi tiga bagian:

1. Puasa Umum: Sekadar menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri.

2. Puasa Khusus: Puasanya para shalihin yang turut menjaga panca indra dari dosa, seperti menjaga lisan dari ghibah dan dusta, serta menjaga telinga dari hal yang dibenci agama.

3. Puasa Khawashul Hawash: Tingkatan tertinggi (para Nabi dan shiddiqin) yang menjaga gerak hati agar tidak berpaling dari Allah demi kepentingan duniawi semata.

 

Lebih lanjut, Kiki memaparkan riwayat terciptanya kewajiban puasa yang berakar dari penciptaan nafsu. Berbeda dengan akal yang langsung patuh, nafsu baru mengakui keagungan Allah setelah dihukum di neraka lapar selama 100 tahun.

 

Tak hanya di LPP Kelas III, Kiki juga mengisi ceramah di LPKA Kelas II Pangkalpinang pada Kamis (12/02). Ia menjelaskan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga tapi juga hawa nafsu.

 

“Sejarah puasa satu bulan penuh juga bermula dari tobat Nabi Adam AS dan Ibunda Hawa setelah memakan buah khuldi yang tersangkut di tubuh mereka selama sebulan,” jelasnya. Namun, bagi umat Nabi Muhammad SAW, kewajiban puasa diringankan hanya pada siang hari sebagai bentuk kemurahan Allah SWT.

 

Kegiatan ini diharapkan dapat mempertebal keimanan warga binaan agar mampu mengendalikan diri dari gejolak nafsu, sebagaimana kutipan surah Al-Baqarah ayat 183 yang menjadi landasan utama kewajiban puasa demi mencapai derajat takwa. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.