Ketua PW IPARI Babel Sekaligus Penyuluh Agama Kemenag Pangkalpinang, Pantau Hilal di Pantai Tanjung Raya

oleh -16 Dilihat
oleh
banner 468x60

BANGKA, BERITA-FAKTA.COM — Dalam rangka menentukan awal bulan Hijriah secara akurat melalui metode observasi lapangan, Sakiyem, Penyuluh Agama Islam Fungsional pada Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, menghadiri sekaligus berpartisipasi aktif dalam kegiatan Rukyatul Hilal yang diselenggarakan di Pantai Tanjung Raya, Desa Penagan, Kabupaten Bangka, Selasa sore (17/02/2026).

 

banner 336x280

Kehadiran Sakiyem yang biasa akrab disapa Kiki dalam pemantauan ini membawa peran ganda yang strategis. Selain sebagai representasi penyuluh dari Kemenag Kota Pangkalpinang, ia juga hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan tersebut juga dihadiri para penyuluh agama Islam dari Kabupaten lainnya.

 

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 17.00 WIB ini merupakan agenda rutin yang melibatkan unsur Badan Hisab Rukyat (BHR) Kanwil Kemenag Babel, BMKG, ormas Islam, serta para pakar astronomi. Pantai Tanjung Raya dipilih kembali sebagai titik observasi utama karena memiliki cakrawala barat yang terbuka luas, minim polusi cahaya, dan secara geografis sangat mendukung untuk melihat posisi bulan sabit tipis (hilal).

 

Dalam keterangannya di sela-sela pengamatan, Kiki menekankan pentingnya keterlibatan Penyuluh Agama dalam prosesi ilmiah-religius ini.

 

“Rukyatul Hilal bukan sekadar rutinitas teknis, melainkan bentuk ikhtiar kita dalam menjaga akurasi ibadah umat. Sebagai Penyuluh, kami berkepentingan memastikan bahwa informasi yang sampai ke masyarakat didasari atas data faktual dan prosedur syar’i yang benar,” ujar Kiki.

 

Sebagai nakhoda IPARI di Negeri Serumpun Sebalai, Kiki menjelaskan bahwa keterlibatan organisasi profesi penyuluh dalam pemantauan hilal bertujuan untuk memperkuat literasi keagamaan di tengah masyarakat. Menurutnya, hasil dari pemantauan ini akan menjadi bahan edukasi bagi para penyuluh di lapangan agar dapat menjelaskan fenomena astronomi Islam secara moderat dan komprehensif.

 

Meski kondisi cuaca di sekitar perairan Penagan terpantau cukup cerah dengan sedikit awan tipis di ufuk barat, Kiki menegaskan bahwa seluruh hasil pengamatan dari Pantai Tanjung Raya akan dilaporkan secara berjenjang ke pusat.

 

“Kami telah melakukan perekaman data secara maksimal. Hasil dari titik Penagan ini akan segera dikirimkan sebagai bahan masukan pada Sidang Isbat di tingkat pusat. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu pengumuman resmi dari Menteri Agama RI,” tambahnya.

 

Kegiatan berakhir sesaat setelah waktu Maghrib tiba. Kehadiran tokoh seperti Kiki diharapkan mampu memberikan kepercayaan diri bagi masyarakat bahwa penetapan waktu-waktu krusial dalam kalender Islam di Bangka Belitung dilakukan oleh tenaga ahli yang kompeten dan berdedikasi tinggi. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.