PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti ruas jalan di Kelurahan Air Kepala Tujuh pada Sabtu malam (14/02). Ratusan cahaya obor tampak membelah kegelapan malam dalam gelaran Pawai Obor Ceria Menyambut Ramadan yang diinisiasi oleh Majelis Taklim Al-Musthofa. Kemeriahan ini semakin terasa spesial dengan kehadiran Penyuluh Agama Islam fungsional dari Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Awal Susilo, yang terjun langsung membaur bersama masyarakat.
Pawai yang dimulai bakda Isya ini tidak hanya mengandalkan syahdunya api obor, tetapi juga hentakan ritme perkusi dari Drum Band MAN 1 Pangkalpinang. Kolaborasi antara lantunan salawat dari jamaah Majelis Taklim dan korps musik pelajar ini menciptakan harmoni religi yang memukau warga yang memadati sepanjang rute pawai.
Awal Susilo, dalam keterangannya di sela-sela kegiatan, menyampaikan bahwa partisipasi aktif Penyuluh Agama dalam kegiatan kemasyarakatan adalah bentuk pengejawantahan fungsi penyuluhan yang tidak hanya terbatas di mimbar, tetapi juga menyentuh aspek sosial-kultural.
“Kegiatan ini adalah simbol kegembiraan spiritual. Kita menyambut Ramadan bukan dengan beban, melainkan dengan ‘Ceria’. Kehadiran kami di sini untuk memastikan bahwa pesan-pesan moderasi beragama dan ukhuwah Islamiyah tetap terjaga di tengah euforia perayaan hari besar Islam,” ujar Awal.
Acara ini menjadi potret nyata kolaborasi lintas generasi di Kota Pangkalpinang. Keterlibatan Drum Band MAN 1 Pangkalpinang memberikan energi muda yang dinamis, sementara Majelis Taklim Al-Musthofa menjadi pilar tradisi yang kokoh.
Poin penting dari pelaksanaan pawai ini antara lain:
– Pelestarian Tradisi: Penggunaan obor bambu sebagai simbol cahaya penuntun menjelang bulan suci.
– Penguatan Ukhuwah: Mempererat silaturahmi antarwarga Kelurahan Air Kepala Tujuh pasca-pandemi dan dinamika sosial lainnya.
– Edukasi Religi: Menanamkan rasa cinta terhadap bulan Ramadan kepada generasi muda sejak dini melalui cara yang menyenangkan.
Masyarakat Kelurahan Air Kepala Tujuh tampak antusias menyaksikan iring-iringan. Banyak warga yang keluar rumah untuk sekadar mengabadikan momen atau memberikan air minum kepada para peserta pawai. Hal ini membuktikan bahwa nilai-nilai gotong royong dan religiusitas masih sangat kental di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini.
Ketua Majelis Taklim Al-Musthofa mengungkapkan apresiasinya atas dukungan semua pihak, terutama pihak Kemenag Pangkalpinang dan pihak sekolah. Ia berharap semangat “Ceria Ramadan” ini dapat terus terjaga hingga hari kemenangan Idulfitri nanti. (Imelda)












