Kukuhkan Pengurus Belitung, Ketua AGPAII Babel Dorong Pembelajaran PAI Berbasis Dimensi Cinta

oleh -109 Dilihat
oleh
banner 468x60

BELITUNG, BERITA-FAKTA.COM — Dalam upaya mengakselerasi kualitas pendidikan agama Islam di era digital, Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi melantik kepengurusan baru untuk tingkat Kabupaten Belitung. Momentum strategis ini dirangkai langsung dengan penyelenggaraan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru PAI yang berfokus pada transformasi paradigma pembelajaran modern, Rabu (09/09).

 

banner 336x280

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Serba Guna H. Ishak, Kabupaten Belitung tersebut dihadiri oleh ratusan pendidik PAI dari pelbagai jenjang sekolah. Ketua AGPAII Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang juga menjabat sebagai Pengawas PAI Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Kartika Sari, hadir secara langsung untuk memimpin prosesi pengukuhan sekaligus sebagai narasumber untuk membakar semangat para pendidik yang hadir.

 

Mengusung tema besar “Mengintegrasikan Konsep Deep Learning Berbasis Lima Dimensi Cinta”, workshop ini dirancang untuk menjawab tantangan pedagogis masa kini. Pendekatan Deep Learning tidak lagi sekadar mendorong peserta didik untuk menghafal materi keagamaan, melainkan mengajak mereka memahami, meresapi, dan mengaplikasikan nilai-nilai Islam secara mendalam melalui pendekatan emosional dan spiritual yang humanis.

 

Dalam prosesi pengukuhan, Kartika Sari melantik jajaran pengurus AGPAII Kabupaten Belitung masa bakti baru. Pengukuhan ini diharapkan menjadi angin segar bagi konsolidasi organisasi pendidik PAI di Belitung agar lebih progresif, solid, dan responsif terhadap isu-isu pendidikan lokal maupun nasional.

 

Dalam pengarahannya, Kartika Sari menekankan pentingnya peran guru PAI sebagai garda terdepan pembentukan karakter bangsa di tengah derasnya arus modernisasi.

 

“AGPAII harus menjadi rumah besar yang inklusif dan inovatif bagi seluruh guru PAI. Pengukuhan hari ini bukan sekadar purnatugas seremonial, melainkan awal dari komitmen bersama untuk meningkatkan marwah dan kualitas pembelajaran agama Islam di ruang-ruang kelas,” ujar Kartika di hadapan para peserta.

 

Fokus utama dalam pelatihan kompetensi kali ini adalah pembedahan materi Deep Learning berbasis Lima Dimensi Cinta. Konsep ini dinilai sangat relevan untuk mengikis pola pengajaran monoton dan dogmatis, menggantikannya dengan interaksi belajar yang hidup dan bermakna.

 

Penerapan Deep Learning ini diawali dengan cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya sebagai fondasi tauhid dan spiritualitas utama yang menjadi muara dari seluruh aktivitas pembelajaran. Selanjutnya, pendidik didorong untuk menumbuhkan cinta kepada ilmu pengetahuan, yang berfokus pada pengembangan rasa ingin tahu (curiosity) serta kesadaran kritis murid terhadap nilai-nilai keagamaan.

 

Tidak kalah penting, aspek cinta kepada diri sendiri diintegrasikan untuk membangun kesadaran diri (self-awareness), menjaga kehormatan, serta merawat kesehatan mental baik bagi pendidik maupun peserta didik. Nilai-nilai ini kemudian diperluas melalui cinta kepada sesama manusia, yang memupuk rasa empati, toleransi, keadilan, dan kepedulian sosial dalam lingkungan sekolah maupun masyarakat.

 

Puncaknya, konsep ini ditutup dengan manifestasi cinta kepada lingkungan dan negara, di mana siswa diajak untuk menanamkan kepedulian terhadap kelestarian alam dan menumbuhkan rasa nasionalisme sebagai bagian dari pengamalan ajaran agama Islam. Melalui pengintegrasian kelima dimensi ini, para guru dibekali kemampuan menyusun rancangan pembelajaran yang tidak hanya menyentuh kognitif, tetapi juga mengasah aspek afektif dan psikomotorik secara seimbang.

 

Kehadiran jajaran Kemenag dan pengurus daerah dalam acara ini mendapatkan apresiasi tinggi dari para pendidik di Kabupaten Belitung. Sinergi antara Pengawas PAI Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang dan pengurus wilayah dinilai memberikan dampak positif dalam penyelarasan standar mutu pendidikan agama di seluruh wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

 

Melalui agenda ganda pengukuhan dan workshop ini, AGPAII Kabupaten Belitung diharapkan mampu bertransformasi menjadi wadah pengembangan profesionalisme yang aktif menyelenggarakan pelatihan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen para guru PAI di Bangka Belitung untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan pijakan nilai-nilai spiritual keislaman. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.