PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Asa dan harapan baru kembali disemaikan di balik dinginnya dinding Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang. Mengawali pekan dengan kepedulian, tim Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang hadir membawa secercah cahaya spritual bagi para warga binaan, Senin (03/08).
Kehadiran lima srikandi penyuluh—Sutiani, Siska, Mulyani, Trisnawati, dan Nurjanah—di sambut hangat oleh pihak lembaga pemasyarakatan. Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Rangga Yuliansyah, menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi Kemenag Pangkalpinang dalam mendampingi warga binaan.
“Kami sangat menyambut baik pendampingan ini. Sentuhan keagamaan merupakan salah satu benteng terkuat untuk memulihkan mental dan karakter saudara-saudara kita di sini agar siap kembali ke masyarakat,” ujar Rangga.
Dalam pembinaan rutin kali ini, para penyuluh fokus pada penguatan fondasi keagamaan dasar. Suara lantunan ayat suci pun menggema saat sesi pembelajaran baca Al-Qur’an, pemahaman hukum tajwid, hingga pembimbingan metode Iqro’ bagi yang baru memulai.
Tak hanya sebatas bimbingan membaca Al-Qur’an, kegiatan ini juga membuka ruang konsultasi agama secara tatap muka. Melalui sesi curhat keagamaan ini, para warga binaan diberikan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai berbagai persoalan spiritual, hukum Islam, hingga motivasi diri guna memperkuat proses hijrah mereka.
Trisnawati, salah satu perwakilan penyuluh, mengungkapkan bahwa pendekatan personal dan ketulusan menjadi kunci utama dalam pembinaan di lapas. Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan kedua untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
“Kami datang bukan untuk menghakimi masa lalu mereka, melainkan untuk merangkul dan menemani langkah mereka menuju masa depan yang lebih terang bersama Al-Qur’an,” ungkap Trisnawati.
Sinergi antara Kemenag Kota Pangkalpinang dan Lapas Narkotika Pangkalpinang ini diharapkan terus berlanjut. Bimbingan kerohanian terbukti menjadi salah satu pilar penting dalam program rehabilitasi sosial, mengembalikan rasa percaya diri, serta menanamkan nilai-nilai moral yang kokoh bagi para warga binaan. (Imelda)









