Bak ‘Figuran’ Tanpa Konsumsi, 938 RT/RW Pangkalpinang “Dikerjai” Janji Manis Pelantikan

oleh -1476 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Sebanyak 938 pengurus RT dan RW se-Kota Pangkalpinang akhirnya resmi dilantik di GOR Depati Bahrin, Jumat (22/5). Namun, di balik seremonial khidmat tersebut, terselip pemandangan yang cukup mengenaskan: ratusan garda terdepan pelayanan masyarakat ini dibiarkan “berpuasa paksa” sambil menanti kehadiran sang Walikota, Prof. Saparudin.

 

banner 336x280

Sejak pukul 06.30 WIB, para pengurus RT dan RW sudah setia berbaris rapi, mematuhi instruksi, dan bersabar di bawah atap GOR. Sayangnya, kesetiaan mereka seolah dianggap angin lalu. Sang Walikota baru menampakkan batang hidungnya di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB. Selama dua jam lebih, mereka dibiarkan berdiri tegak layaknya patung selamat datang yang tak berujung.

 

 

Yang membuat suasana makin terasa “pahit” adalah kontrasnya perlakuan di dalam ruangan. Sementara para pengurus RT/RW harus menahan lapar dan dahaga karena panitia pelaksana benar-benar “lupa” menyediakan air putih, apalagi camilan, meja-meja di sisi kursi tamu pejabat OPD justru tampak dimanjakan dengan berderet kue kotak yang menggiurkan.

 

Seolah-olah, energi untuk melayani masyarakat tidak diperlukan bagi para RT/RW, atau mungkin mereka dianggap kebal terhadap rasa lapar.

 

Salah satu RW yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam. Ia merasa dipermainkan oleh rangkaian acara yang tidak manusiawi tersebut.

 

“Kami menunggu dari setengah tujuh pagi, disuruh baris sana-sini, bubar lagi, menunggu sampai dua jam lebih. Jangankan kue kotak, seteguk air putih pun tidak ada. Tapi lihat itu, di kursi pejabat enak sekali ada kue kotak. Seolah kami ini bukan tamu, tapi figuran yang tidak perlu dihargai,” ujarnya dengan nada sinis.

 

 

Kejadian ini seolah menjadi tamparan keras bagi birokrasi di Kota Pangkalpinang. Sosok seorang profesor yang menjabat sebagai Walikota mestinya memahami etika dasar menghargai waktu dan rakyat kecil. Namun, realita di lapangan justru menunjukkan disparitas perlakuan yang tajam antara elit birokrasi dengan ujung tombak pelayanan di tingkat kelurahan.

 

Pelantikan yang seharusnya menjadi momen kebanggaan bagi 938 pengurus RT dan RW tersebut, kini justru menyisakan rasa masygul dan luka di hati. Mereka pulang dengan membawa SK, namun juga membawa kekecewaan atas pelayanan “seadanya” yang mereka terima dari panitia penyelenggara.

 

Apakah ini potret nyata bagaimana “profesionalitas” dijalankan di Pangkalpinang, atau hanya sekadar kelalaian yang sengaja dipelihara? Entahlah, mungkin bagi para pejabat, rasa lapar para RT/RW hanyalah detail kecil yang tidak masuk dalam agenda rapat mereka. (4WD)

banner 336x280

Response (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.