Bangka Kembali Berduka, Masmuni Mahatma “Angkat Kaki” Lagi dari Bumi Serumpun Sebalai

oleh -2135 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Aroma perpisahan kembali menyelimuti tanah Bangka Belitung. Sosok yang selalu berhasil membuat kita tercengang, Masmuni Mahatma, kini harus kembali angkat kaki dari hiruk pikuk birokrasi di bumi Serumpun Sebalai. Kabarnya, tiket kepulangannya kali ini adalah Padang, menjabat Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Islam Negeri Imam Bonjol. Selamat jalan, Masmuni. Semoga kali ini, “perpisahan” kita bisa lebih langka.

 

banner 336x280

Siapa yang tidak kenal dengan Masmuni Mahatma? Namanya seakan menjadi sinonim dari “kursi goyang” di setiap jabatan yang dipegangnya. Bukan karena prestasinya yang membahana, melainkan karena keahliannya dalam mengukir sejarah pengusiran dari para tetua dan pejuang Bangka Belitung. Namun, layaknya seekor kucing dengan sembilan nyawa, Masmuni selalu berhasil kembali, seolah bumi Bangka Belitung ini adalah magnet pribadinya.

 

Ingatkah kita pada manuvernya yang paling “jenius”? Tanpa proses yang jelas, tanpa prosedur yang patut kita pahami, tiba-tiba saja Masmuni berhasil kembali ke Bangka Belitung sebagai Wakil Rektor IAIN Syekh Abdul Rahman Sidik. Konon, kala itu ia “berhasil” mengklaim diri sebagai kerabat dekat Menteri Agama. Hebat, bukan? Seolah jabatan adalah barang dagangan di pasar bebas, yang bisa didapatkan hanya dengan bermodalkan “kedekatan”.

 

Puncaknya, kita pun “dipaksa” menyaksikan Masmuni menduduki kursi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Bangka Belitung. Lagi-lagi, berkat keajaiban “persahabatan” dengan sang Menteri Agama. Sebuah bukti nyata bahwa di negara ini, kualifikasi terkadang kalah jauh dengan “koneksi”.

 

Namun, badai pasti berlalu, pun begitu dengan “kekuasaan” yang disokong pertemanan. Kabar beredar, setelah sang Menteri Agama tidak lagi berkuasa, Masmuni pun kembali “terbuang” dari Bangka Belitung. Sungguh nasib yang tragis, bukan? Atau mungkin ini hanya sebuah taktik “pensiun dini” yang elegan?

 

Pertanyaannya sekarang, apakah dengan runtuhnya “grup YK” (yang entah siapa itu), Masmuni Mahatma akan kembali lagi ke Bangka Belitung? Akankah kita disuguhi lagi drama kembalinya sang “pahlawan” dengan jabatan mentereng lainnya? Atau, mungkin kali ini jabatan Kepala Kemenag wilayah Bangka Belitung adalah “persembahan” terakhirnya untuk birokrasi di tanah ini?

 

Kami tak bisa menahan diri untuk tidak berharap, semoga kali ini adalah kali terakhir kita mengucapkan selamat tinggal pada Masmuni Mahatma. Dan mungkin, jangan pernah kembali lagi, demi kedamaian dan ketenteraman birokrasi Bangka Belitung. (MJ001)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.