PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Halaman Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang diselimuti khidmat pada Senin pagi (26/10/2026). Di tengah suasana sejuk usai deru doa bersama mengharapkan berkah hujan yang mulai membasahi bumi Serumpun Sebalai, jajaran aparatur sipil negara (ASN) berkumpul dalam apel rutin mingguan. Momentum yang biasanya diisi dengan evaluasi administratif kali ini terasa begitu reflektif dan menggugah jiwa, tatkala Kepala KUA Girimaya, Endri Susyono, berdiri sebagai pembina apel dan membagikan kisah filosofis tentang makna sebuah perpindahan.
Kehadiran Endri di podium apel membawa warna tersendiri. Sebagai wajah baru di lingkungan instansi, ia membuka amanatnya dengan ungkapan syukur sekaligus perkenalan yang sarat makna filosofis.
“Alhamdulillah, hujan telah turun di beberapa daerah, semoga rahmatnya juga segera merata di tempat kita. Salam kenal bagi semuanya sebagai orang baru di Kemenag Pangkalpinang, mohon bimbingan dan arahannya,” ucap Endri mengawali amanatnya.
Puncak dari amanat pembina apel tersebut tersaji ketika Endri membagikan refleksi mendalam mengenai mutasi jabatan yang baru saja ia alami. Perpindahan tugas ke Kota Pangkalpinang yang menjadi pos pengabdian kedelapannya ini dianalogikan dengan kejatuhan takdir yang tak terduga, namun sarat akan hikmah tersembunyi.
“Mutasi yang saya alami ini sungguh di luar perkiraan. Pangkalpinang adalah pelabuhan tugas saya yang kedelapan,” ungkapnya.
Ia kemudian mengibaratkan dinamika mutasi aparatur negara seperti perjalanan seekor burung pipit migrasi. Ketika pohon tempat bersarangnya musnah akibat kebakaran hutan, burung tersebut tidak memiliki pilihan selain mengepakkan sayap, menembus hembusan angin melintasi Selat Bangka, demi mencari cakrawala baru.
“Kadang-kadang, hidup memaksa kita untuk meninggalkan zona nyaman. Jika mutasi membawa kita ke tempat yang diimpikan, tentu itu adalah anugerah. Namun, jika realitasnya berkata sebaliknya—menempatkan kita di luar ekspektasi—jangan pernah membenci tempat baru tersebut,” tegas Endri penuh penekanan.
Ia mengajak seluruh pegawai untuk senantiasa merajut husnuzon (prasangka baik) kepada ketetapan Sang Pencipta. Menurutnya, bisa jadi penempatan tugas hari ini adalah wujud nyata dari doa-doa masa lalu yang baru saja dikabulkan melalui skenario yang berbeda.
Menutup amanatnya, Endri membakar semangat para ASN Kemenag Kota Pangkalpinang dengan perumpamaan maritim yang sangat relevan dengan geografis Kepulauan Bangka Belitung. Ia mengingatkan bahwa hakikat seorang abdi negara profesional diuji bukan saat mereka berada di dalam kenyamanan birokrasi, melainkan ketika dihadapkan pada dinamika lapangan yang menantang.
“Ibaratkan sebuah kapal bahtera; kapal yang hebat dan kokoh bukanlah kapal yang terus berdiam diri menikmati ketenangan di dalam dermaga. Kapal yang baik adalah kapal yang berani menaikkan layar, mengarungi samudra luas, dan gagah berani menghadapi hantaman gelombang,” pungkasnya.
Pelaksanaan apel rutin Senin pagi ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana koordinasi internal dan penegakan disiplin kerja di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, tetapi juga bertransformasi menjadi ruang penguatan mental spiritual. Diharapkan, melalui refleksi kepemimpinan dan ketulusan beradaptasi ini, seluruh jajaran pegawai dapat terus memelihara optimisme, merawat integritas, serta memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan di mana pun mereka diamanahkan. (Imelda)









