PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, H. Firmantasi, menegaskan pentingnya keberlanjutan dan penyelarasan program kerja Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dengan arah kebijakan Kementerian Agama serta Pemerintah Daerah. Penegasan tersebut disampaikannya dalam rapat pembentukan kepengurusan FKUB Kota Pangkalpinang periode 2026–2031 yang berlangsung di Ruang Pertemuan Badan Kesbangpol Pangkalpinang, Jumat (9/10/2026).
Firmantasi menyampaikan bahwa FKUB menempati posisi strategis sebagai garda terdepan sekaligus mitra utama Kemenag dalam merawat iklim keagamaan yang kondusif. Oleh karena itu, ia mendorong agar jajaran pengurus baru periode 2026–2031 tidak hanya merancang agenda baru, melainkan juga melanjutkan program-program pemeliharaan kerukunan yang terbukti efektif serta terintegrasi langsung dengan visi penguatan moderasi beragama Kemenag.
Keberlanjutan program tersebut dinilai membutuhkan sosok pimpinan FKUB yang tidak hanya kapabel secara administratif, tetapi juga memiliki karakter menyejukkan, inklusif, dan mampu merangkul seluruh kelompok agama di Kota Pangkalpinang.
Lebih jauh, Firmantasi mengulas rekam jejak keberhasilan sinergi antara FKUB, Kemenag, dan Pemerintah Daerah pada periode sebelumnya. Salah satu capaian monumental dari integrasi program tersebut adalah suksesnya pengawalan pendirian Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Negeri (SETIAKIN). Kehadiran perguruan tinggi keagamaan Khonghucu negeri pertama di Indonesia ini menjadi simbol konkret bahwa negara hadir secara adil dalam menyediakan layanan pendidikan keagamaan yang berkualitas dan inklusif bagi seluruh warga negara tanpa terkecuali.
Selain pilar pendidikan, Firmantasi juga menggarisbawahi keberhasilan pengawalan harmonisasi ruang publik di Pangkalpinang, yang ditandai dengan berdirinya Masjid Agung Kubah Timah berdampingan secara damai dengan Gereja GPIB Maranatha. Menurutnya, simbol fisik toleransi ini merupakan hasil nyata dari program pemeliharaan kerukunan yang dirawat secara konsisten dan perlu terus dilanjutkan serta diperluas dampaknya oleh kepengurusan periode baru.
Di tengah pesatnya dinamika dan modernisasi Kota Pangkalpinang, Firmantasi mengingatkan bahwa ketahanan sosial umat beragama kerap menyerupai fenomena gunung es. Ketenangan yang terlihat di permukaan tidak boleh membuat para pemangku kepentingan terlena, sebab potensi benturan di tingkat akar rumput bisa saja mengendap jika tidak diimbangi dengan program edukasi dan dialog keagamaan yang berkelanjutan. Hal itulah yang membuat sinkronisasi program antara FKUB dan Kemenag menjadi krusial dalam menjaga stabilitas serta kondusivitas daerah secara jangka panjang.
Melalui proses musyawarah untuk mufakat dalam rapat yang turut dipimpin Asisten I Setda H. Agustu Afendi dan Kepala Kesbangpol Donal Tampubolon tersebut, seluruh perwakilan organisasi keagamaan akhirnya menyepakati struktur pengurus harian FKUB Kota Pangkalpinang periode 2026–2031. H. Merayu Sukma resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua, didampingi Endro Lukito sebagai Wakil Ketua I, Erkandi sebagai Wakil Ketua II, Indra sebagai Sekretaris I, Hj. Trisnawati Arnia Ningsih sebagai Sekretaris II, dan Fajar Agustiawan sebagai Bendahara. (Gema)









