PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM —Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Eyde Tusewijaya, menegaskan pentingnya komitmen dan keseriusan seluruh tim area dalam penyiapan bukti fisik (eviden) Penilaian Mandiri Pembangunan Zone Integritas (ZI) serta Reformasi Birokrasi (RB).
Hal tersebut ditegaskannya saat memimpin Rapat Evaluasi dan Monitoring ZI Triwulan III Tahun 2026 bersama Tim Area Akuntabilitas di Ruang Rapat Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, Selasa (22/09/2026).
Dalam arahannya, Eyde menyampaikan apresiasi dari Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang atas dedikasi tim area yang telah bekerja. Kendati demikian, ia mengingatkan agar seluruh anggota tim tidak menganggap remeh proses evaluasi dan pengerjaan tugas di masing-masing bidang.
“Kepala Kantor mengapresiasi kerja sama rekan-rekan sekalian di masing-masing area. Namun, jangan sekali-kali menyepelekan tugas ini. Sumber referensi sudah banyak, jadi tidak ada lagi istilah tidak tahu. Apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab, harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh,” tegas Eyde.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi PMPZI tingkat pusat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada dasarnya telah mengisi seluruh komponen penilain. Namun, pengamatan mendalam menunjukkan masih banyak eviden yang belum terunggah secara optimal.
“Untuk meraih predikat nilai A, seluruh dokumen pendukung harus lengkap dan sempurna. Secara substansi, perencanaan, pelaksanaan kegiatan, capaian kinerja (Cakin), hingga pelaporan kita sudah berjalan baik. Kendalanya ada pada penginputan eviden yang belum maksimal. Oleh karena itu, saya sangat berharap Tim RB-ZI dapat menuntaskannya dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.
Sementara itu, Person in Charge (PIC) Area Akuntabilitas, Andreas Yudho Astono, dalam kesempatan yang sama menyampaikan permohonan maaf atas kendala koordinasi yang sempat terjadi di internal timnya.
“Saya memohon maaf atas kelalaian dalam membangun koordinasi internal di area Akuntabilitas, yang mana sejauh ini komunikasi baru berjalan dengan salah satu anggota tim. Kami sangat terbuka dan mengharapkan masukan dari rekan-rekan terkait eviden-eviden yang masih perlu dipenuhi,” ujar Andreas.
Ia optimistis catatan evaluasi pada Triwulan III ini akan menjadi bahan pembenahan internal agar kinerja tim semakin solid ke depan.
“Momen ini menjadi batu loncatan bagi kami untuk berbenah. Kita boleh saja jatuh atau menemui kendala, tetapi yang paling penting adalah keberanian untuk bangkit dan memperbaiki kekurangan bersama-sama,” pungkasnya.
Rapat evaluasi ini diakhiri dengan pemetaan ulang kekurangan eviden pada Area Akuntabilitas serta penyusunan langkah taktis percepatan penginputan data pendukung sebelum batas waktu penyampaian laporan Triwulan III berakhir. (Imelda)









